Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin gelar Shalat gerhana 14 Ramadan

Banjarmasin (ANTARA) – Ratusan jamaah memadati ruang utama Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Banjarmasin (M3B) pada Selasa malam, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah untuk melaksanakan Shalat Gerhana Bulan (Khusuful Qamar) yang digelar ba’da Shalat Maghrib.
Shalat gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan dua kali rukuk pada setiap rakaat, sebagaimana tuntunan Rasulullah Sallallahu allaihi wassalam, dengan imam sholat Mukhlas Karib dengan bacaan yang tartil dan penuh penghayatan.
Usai shalat, khutbah disampaikan oleh Dr. M. Arif Budiman, M.E.I. menegaskan bahwa gerhana bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan tanda kebesaran Allah yang mengingatkan manusia akan kekuasaan-Nya.
Pelaksanaan shalat gerhana tersebut menjadi momentum spiritual yang istimewa, mengingat peristiwa astronomis ini terjadi di pertengahan bulan suci Ramadan.
Menjelang Sholat Maghrib, jamaah mulai berdatangan untuk mengikuti ibadah Sholat maghrib yang dilanjutkan dengan sunnah yang dianjurkan ketika terjadi gerhana bulan.
Dia mengungkapkan, bahwa gerhana bulan total (blood moon) yang memang hanya terjadi pada saat bulan purnama (full moon) atau bertepatan dengan malam ke-15 Ramadan tahun ini seakan mengkonfirmasi hasil ijtihad Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan 1447 pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Jadi, sistem KHGT yang diperkenalkan Muhammadiyah mulai tahun ini terbukti selaras dengan fakta ilmiah dan fenomena faktual di alam semesta,” tambahnya.
“Gerhana bulan mengajarkan kita tentang keteraturan kosmos sekaligus keterbatasan manusia. Ia bukan pertanda mitos atau kabar kematian seseorang, tetapi momentum untuk memperbanyak dzikir, istighfar, doa, dan muhasabah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai ruang perenungan mendalam, terlebih ketika Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui peristiwa gerhana. Menurutnya, perpaduan antara ibadah puasa dan shalat gerhana merupakan kesempatan langka untuk memperkuat kesadaran spiritual dan memperbarui komitmen ketakwaan.
Khutbah ditutup dengan doa panjang yang berisi permohonan ampun, keselamatan bagi umat, serta harapan agar Allah menerima seluruh amal ibadah Ramadan. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai.
Para jamaah tampak bertahan di masjid untuk melanjutkan dengan dzikir dan doa bersama.
Pewarta: Tim Redaksi
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

